selamat siang, kamu.
ini cerita tentang kemarin senja.
aku tertidur pulas di kasur ibu. kurasa belum sampai satu jam tapi saat kulihat sudah jam enam.
PAGI? teriakku dalam hati. syukurlah. aku berhasil melewati malam.
ku toleh kiri kanan, baru sadar ternyata hujan.
sejenak kupandang cermin.
"kusut sekali, kau belum tidur sejak dua hari" ku kasihani diri sendiri.
kembali kuhempaskan tubuhku.
ini belum pagi.
sayup sayup kudengar alunan ayat di mesjid.
kedekap guling, kupejam mata. kata mereka berdoa dikala hujan akan dikabulkan Tuhan.
sibuk aku bergumam, mencari kata-kata yang pas untuk membujuk Dia yang diatas sana.
dengan ragu kuutarakan inginku. aku meyakininya dengan pasti. hingga nyaris menjerumuskan keyakinanku sendiri.
kugerakan tanganku pelan, menadahkan, lalu bergerak pelan menggenggam.
cara berdoa macam apa?
sesak dadaku tiba-tiba.
masih saja hujan diluar sana. deras sekali.
apa yang salah dengan kita?
lama aku diam. naif memang.
kurasa bukan itu alasannya.
mungkin memang keinginanmu tak sehebat semula. atau aku yang terlalu perasa. begitu cepat kubiarkan kau masuk. terlalu gembira hingga lupa menutup pintu.
saat kau rasa di dalam tak nyaman dan membosankan semudah itu pula kau melesat keluar dan aku hanya mampu menatap nanar.
aku bukan lupa menutup pintu, aku memang sengaja membukanya, aku pasti akan mempersilahkanmu pergi tapi tentu tidak secepat ini.
"sudahlah sesak ini hanya sementara" kutenangkan sendiri resahku.
samar samar ku dengar suara adzan, sebelum berdiri mengambil wudhu, dalam rebahku ku pandangi secuil kenangan di chatbox, pelan ku bisikan namamu lalu sambil menyeka sedikit genangan air di sudut mata "aku rindu.."
Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Januari 2012
Sabtu, 14 Januari 2012
#SuratCinta 1 : wahai tokoh dalam surat pertama
hai selamat sore kamu, ini aku yang ntah sedang iseng atau sekedar sedang mengisi kekosongan dengan membuat surat cinta ini.
walaupun yang kurasa belum pasti cinta tapi dengan yakinnya surat cinta pertama ini kutujukan padamu. tanpa peduli cinta atau tidak cintakah kamu padaku.
aku membuatnya dengan tergesa gesa sebelum jam enam sore agar pak pos sempat mengirimkannya agar suratku tidak terambat.
aku rindu dibuat tertawa dari sudut kamar kita yang berbeda, aku rindu menahan kantuk demi perbincangan kita. akhir akhir ini sering sekali hujan, dan itu malah memperburuk keadaan karena dia mempertajam ingatan yang memang tidak seberapa tapi ntah mengapa justru sangat "mengena" hahaha
ah. sudahlah.. :)
kamu boleh lupa padaku, tapi jangan lupa istirahat ya :)
walaupun yang kurasa belum pasti cinta tapi dengan yakinnya surat cinta pertama ini kutujukan padamu. tanpa peduli cinta atau tidak cintakah kamu padaku.
aku membuatnya dengan tergesa gesa sebelum jam enam sore agar pak pos sempat mengirimkannya agar suratku tidak terambat.
aku rindu dibuat tertawa dari sudut kamar kita yang berbeda, aku rindu menahan kantuk demi perbincangan kita. akhir akhir ini sering sekali hujan, dan itu malah memperburuk keadaan karena dia mempertajam ingatan yang memang tidak seberapa tapi ntah mengapa justru sangat "mengena" hahaha
ah. sudahlah.. :)
kamu boleh lupa padaku, tapi jangan lupa istirahat ya :)
Langganan:
Postingan (Atom)