Senin, 23 Januari 2012

mungkin dia lelah


keras kepala sekali dia
mencoba bernegosiasi dengan Tuhannya
di sela sela isak tangis setelah sholatnya
lalu ia berzikir dengan merdu
mengucapkan lafal demi lafal berharap Tuhan setuju
segala puji ia panjatkan

dengan isi kepala berputar tak bertujuan

kurasa perempuan ini butuh imam

agar setan di kepalanya diam

kemudian dia membuka kitab
kebiasaan yang dijaganya tetap
membaca lembar demi lembar dengan terbata
menabung pahala untuk ditukar dengan apa yang dia pinta

huruf demi huruf itu begitu sulit dimengerti

tapi setiap hari selalu dia nikmati

belum puas juga dia
diambilnya satu kitab lagi
kali ini berbahasa indonesia

lagi lagi dia mencoba memahami
satu persatu ayat dia baca
sambil melirik artinya

keras kepalanya perlahan hilang

oleh semua ayat yang dia baca berulang

dia tau dia salah
tapi belum mau pula dia menyerah
karena masih ada yang harus dia lawan
isi hatinya yang menyesatkan
yang sering kali tak mampu dia bantah

dan dengan bodohnya dia mengalah

kini disudut ini
setelah berhari hari
dia dilema tiada henti

dia berdiam diri

mencoba merapikan kekusutan pikiran

mencoba mengakhiri perdebatan
dia tak bisa lagi menangis
air matanya habis

yang dia lakukan hanya meringis lalu tertawa pelan
lelah sekali dia memperjuangkan
hingga akhirnya dia serahkan semua pada Tuhan

kepada jiwa jiwa yang selalu berusaha sendiri, jangan pernah menyerah ya :")

januari,sehabis magrib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar